He was a living legend, he is now the legend.
Michael Jackson (MJ) yang menolak dipanggil Jacko oleh para wartawan internasional, memang benar-benar seorang bintang. Selama beberapa tahun terakhir, media begitu penasaran dengan kehidupan MJ yang serba misterius dan menimbulkan banyak tanya. Namun terlepas dari kehidupan pribadinya yang unik, MJ adalah seorang pekerja seni sejati.
Film "This is it, sebuah dokumenter persiapan konser terakhir sang legenda menceritakan banyak hal tentang MJ. Tanpa basa-basi, tanpa polesan. Semua diperlihatkan sebagaimana adanya, sebagaimana MJ itu sendiri. MJ yang sangat mengenal musik, tarian dan seninya. MJ yang mengetahui setiap bagian terkecil di dalam musiknya. MJ yang rendah hati, perfeksionis, dan menjunjung tinggi arti cinta. Begitu banyak cinta yang ingin ia bagikan kepada para kru, fans, dan semua orang di dunia.
Semuanya membuat terpukau dan terharu.
Akhirnya timbul pengertian mengapa banyak sekali orang yang terinspirasi dari seorang Michael Jackson. Selain menjadi sosok yang sangat berbakat, beliau adalah seseorang yang dipenuhi dengan rasa cinta. Hal inilah yang membuat para penggemar menyukainya. Rasa itu tersampaikan dengan baik, melalui setiap not di dalam musiknya.
Selamat jalan MJ. God bless you
P.S: im inspired to continue to make change. You're right. It is all started from us, ourselves.
--
a personal favorite
Friday, November 06, 2009
Saturday, October 10, 2009
Bengkel Rally Photo 32 nd Jazz Goes to Campus

Bengkel Rally Photo 32 nd Jazz Goes to Campus
“TASTE THE JAZZ, FREEZE THE MOMENTS, BE COMMERCIAL”
Bengkel Rally Photo adalah sebuah untaian acara yang terdiri dari seminar fotografi (bengkel) dan lomba fotografi (Rally) yang diadakan pada saat Jazz Goes To Campus berlangsung.
BENGKEL
Hari/tanggal : Sabtu, 21 November 2009 09.00-17.00 WIB
Tempat : Ruang auditorium Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia(FEUI), Kampus Baru UI Depok
Tema : Commercial Photography
Pembicara : Nicoline Patricia Malina
Biaya registrasi :
Mahasiswa early bird Rp. 65,000
on the spot Rp. 75,000
Umum early bird Rp. 70,000
on the spot Rp. 80,000
termasuk makan siang dan sertifikat)
RALLY
Hari/tanggal : Minggu, 29 November 2009 12.00-20.00 WIB
Tempat : Kawasan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
Tema : Taste the Jazz, Freeze the moments, be Commercial!
Juri : Nicoline Patricia Malina
Biaya registrasi : Umum dan mahasiswa Rp. 65,000 (termasuk tiket masuk Jazz Goes To Campus 2009)
Ayo semua ikutan!
Taste the Jazz, Freeze the moments, be Commercial!
CP: KANYA (08158885987)
Sunday, September 27, 2009
Friday, September 18, 2009
mengenai negeri jiran dan penginapan barat
Gue salah satu orang yang ikutan keberatan ketika negeri jiran sebelah lagi sibuk sama kampanye visit Malaysia 2009 dan mengklaim banyak warisan budaya Indonesia mulai dari reog, wayang, si bunga bangkai besar, daaaan yang paling diributin tari pendet (katanya sih bukan kelakuan Malaysia yang ini).
Juga salah satu orang yang sangat amat marah terhadap para teroris yang melakukan peledakan di Hotel Ritz-Carlton dan JW Mariott. Sebel banget gue, karena efeknya adalah image Indonesia jadi rusak di mata dunia internasional! padahal susah payah kita mencapai titik nyaman seperti ini setelah rangkaian peristiwa bom yang terjadi tahun-tahun yang lalu. Proses pemulihan ini memakan waktu yang lama.
Tapi, ada sebuah kepercayaan umum bahwa dibalik segala sesuatu yang terjadi tentu ada maknanya, makna yang dalam. Gara-gara kelakuan negara sebelah, terbukti kok bangsa kita jadi lebih perhatian pada warisan budaya Indonesia. Secara pribadi, gue jadi merasa "memiliki" semua warisan budaya itu. Gue jadi memperhatikan (care), yang menimbulkan rasa cinta terhadap negeri sendiri. Di forum-forum, twitter, facebook, dan tempat-tempat lainnya semua orang sibuk dengan perbincangan masing-masing mengenai nasib para warisan ini di masa depan. Kalau Malaysia tidak iseng, mana ada sih yang memperhatikan tarian pendet (kecuali kelompok masyarakat yang menghargai seni dan budaya) ?
Setelah bom kemarin pun beberapa orang ngajak gue gabung ke twitter, karena #indonesiaunite menjadi trending topics di situs tersebut. Isinya? Orang Indonesia yang gembar-gembor mengenai persatuan dan masalah pemecahan bangsa. Keren banget kan? Semua orang yang tadinya tidak mempermasalahkan bangsa kini menjadi sangat perhatian dan suportif. Kalau bom tersebut tidak meledak, gue rasa hal-hal seperti ini sangatlah sulit untuk dijumpai. Apalagi Jakarta yang multiras dan memiliki tatanan masyarakat yang beragam seperti sudah kehilangan semangat kekeluargaan dan persatuannya.
Sebenarnya menghargai warisan budaya dan rasa persatuan memang tidak perlu dipicu oleh hal-hal ekstrem seperti di atas. Namun, toh bila dipicu oleh hal-hal tersebut efeknya menjadi lebih kuat. Semua kejadian pasti ada maknanya, seburuk apa pun kejadian itu.
: D
--
Juga salah satu orang yang sangat amat marah terhadap para teroris yang melakukan peledakan di Hotel Ritz-Carlton dan JW Mariott. Sebel banget gue, karena efeknya adalah image Indonesia jadi rusak di mata dunia internasional! padahal susah payah kita mencapai titik nyaman seperti ini setelah rangkaian peristiwa bom yang terjadi tahun-tahun yang lalu. Proses pemulihan ini memakan waktu yang lama.
Tapi, ada sebuah kepercayaan umum bahwa dibalik segala sesuatu yang terjadi tentu ada maknanya, makna yang dalam. Gara-gara kelakuan negara sebelah, terbukti kok bangsa kita jadi lebih perhatian pada warisan budaya Indonesia. Secara pribadi, gue jadi merasa "memiliki" semua warisan budaya itu. Gue jadi memperhatikan (care), yang menimbulkan rasa cinta terhadap negeri sendiri. Di forum-forum, twitter, facebook, dan tempat-tempat lainnya semua orang sibuk dengan perbincangan masing-masing mengenai nasib para warisan ini di masa depan. Kalau Malaysia tidak iseng, mana ada sih yang memperhatikan tarian pendet (kecuali kelompok masyarakat yang menghargai seni dan budaya) ?
Setelah bom kemarin pun beberapa orang ngajak gue gabung ke twitter, karena #indonesiaunite menjadi trending topics di situs tersebut. Isinya? Orang Indonesia yang gembar-gembor mengenai persatuan dan masalah pemecahan bangsa. Keren banget kan? Semua orang yang tadinya tidak mempermasalahkan bangsa kini menjadi sangat perhatian dan suportif. Kalau bom tersebut tidak meledak, gue rasa hal-hal seperti ini sangatlah sulit untuk dijumpai. Apalagi Jakarta yang multiras dan memiliki tatanan masyarakat yang beragam seperti sudah kehilangan semangat kekeluargaan dan persatuannya.
Sebenarnya menghargai warisan budaya dan rasa persatuan memang tidak perlu dipicu oleh hal-hal ekstrem seperti di atas. Namun, toh bila dipicu oleh hal-hal tersebut efeknya menjadi lebih kuat. Semua kejadian pasti ada maknanya, seburuk apa pun kejadian itu.
: D
--
SEND YOUR WORKS TO US
(photography, poem, writings, everything!)
Theme: "MEMORIES"
Dead Line
30 September 2009
(photography, poem, writings, everything!)
Theme: "MEMORIES"
Dead Line
30 September 2009
Subscribe to:
Posts (Atom)




